SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan pasokan dan harga beras tetap aman serta stabil bagi warga. Melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), pemkot melakukan berbagai langkah pencegahan agar tidak terjadi lonjakan harga.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Bulog serta daerah penghasil beras untuk menjaga pasokan. “Selama pasokan dari daerah lain terus terkirim sesuai nota kesepahaman (MoU), Insyaallah pasokan di Surabaya aman,” ujar Eri,
Ia menjelaskan bahwa Pemkot memiliki Tim Pengendali Inflsi Daerah (TPID) yang secara khusus bertugas menjaga harga agar tidak melonjak. “Tim ini bekerja sama dengan Bulog dan berbagai pihak terkait untuk mengendalikan harga,” tambahnya.
Menurut Wali Kota Eri, Pemkot Surabaya tidak khawatir mengenai pasokan beras karena sudah menjalin kerja sama dengan daerah-daerah penghasil beras.
Sedangkan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya, Febrina Kusumawati, menambahkan pemantauan harga dilakukan secara rutin bersama Bulog, supplier, dan BPS. “Kami mengantisipasi kenaikan harga dengan memantau pasar setiap hari. Jika Bulog menjaga pasokan, harga seharusnya tetap stabil,” jelas Febrina.
Meski sempat ada laporan kenaikan harga Rp500–Rp1.000 per kilogram, hasil pengecekan menunjukkan stok Bulog masih memadai. Terkait dugaan beras oplosan, Febrina menegaskan belum ditemukan bukti. “Hal itu harus dibuktikan lewat uji laboratorium. Hasil uji akan jadi dasar tindakan,” tegasnya.
Dengan strategi tersebut, Pemkot Surabaya optimistis harga beras tetap terkendali sehingga kebutuhan masyarakat tidak terganggu. (*)









