Dari 135 Stan Menjadi 189 Stan

0
69

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau Pasar Tembok Dukuh, Selasa (28/4/2026). Ikut mendampingi kunjungan tersebut Direktur Utama PT Pasar Surya (Perseroda) Agus Proyo.

Agus Priyo, mengungkapkan bahwa sebelumnya terdapat aktivitas yang melanggar aturan, seperti pemotongan unggas di dalam pasar. Kini, pedagang telah memahami dan beralih ke penjualan daging yang sudah dipotong.

“Jumlah pedagang unggas sebelumnya sekitar 12 orang. Adapun kapasitas pasar meningkat dari sekitar 135 stan menjadi 189 stan setelah revitalisasi,” ungkap Agus.

,Agus menambahkan, pada awalnya para pedagang sempat mengkhawatirkan keberlanjutan stan mereka. Namun, hal itu telah dipastikan langsung oleh Wali Kota Eri bahwa tidak ada stan yang dihapus.

“Seluruh pedagang tetap mendapatkan haknya secara utuh, hanya saja terjadi penyesuaian jenis dagangan,” imbuhnya.

Terkait pedagang pasar tumpah, sebagian telah disosialisasikan untuk masuk ke dalam area pasar melalui koordinasi dengan camat dan pihak terkait. Dari total yang ada, sekitar 54 pedagang berpotensi untuk diakomodasi masuk ke dalam pasar.

Proses sosialisasi berjalan cukup baik. Para pedagang dapat menerima kebijakan ini setelah mendapatkan kepastian bahwa hak atas stan mereka tidak dihilangkan. Dengan demikian, mereka bersedia mengikuti penataan yang dilakukan,” ungkapnya.

Revitalisasi Pasar Tembok Dukuh ditargetkan rampung pada pertengahan Mei. Di sisi lain, pembangunan fasilitas pendukung, seperti Rumah Potong Unggas (RPU), juga tengah disiapkan di beberapa titik.

Sejumlah pasar lain di Surabaya juga telah menunjukkan hasil penataan yang lebih baik, seperti Pasar Kapasan dan Pasar Kendangsari yang kini lebih bersih dan tertata. Secara keseluruhan, Pemkot Surabaya menargetkan perbaikan pada sekitar 15 pasar pada tahun 2026, dan akan dilanjutkan secara bertahap.

“Fokus perbaikan meliputi infrastruktur dasar seperti lantai dan atap, yang selama ini menjadi keluhan utama. Penataan juga dilakukan pada area stan, baik melalui penyesuaian maupun optimalisasi ruang,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here