ASRENA KASAL Laksda TNI Iwan Isnurwanto Bagi-Bagi Kiat Menumbuhkan Perekonomian di Pasar Tradisional

0
113
Asisten Perencanaan dan Anggaran Kepala Staf Angkatan Laut Laksda TNI Iwan Isnurwanto bersama Direktur Utama PD Pasar Surya Agus Priyo di kanto PD Pasar Surya.

SURABAYA- Asisten Perencanaan dan Anggaran Kepala Staf Angkatan Laut (ASRENA KASAL), Laksda TNI Iwan Isnurwanto, bagi-bagi trik atau kiat menumbuhkan perekonomian di pasar tradisional. Ia menyampaikan pedagang di pasar harus menyuguhkan komoditi yang dibutuhkan masyarakat di sekitarnya.

“Jangan sampai menjual sesuatu hal yang tidak bisa dibeli atau di luar jangkauan masyarakat,” ungkapnya.

Hal tersebut disampaikannya saat Laksda TNI Iwan Isnurwanto saat berkunjung dan berdiskusi tentang pengelolaan pasar tradisional, Jumat (20/1). Dalam pertemuan di kantor PD Pasar Surya itu, ia ditemui Direktur Utama PD Pasar Surya Agus Priyo, Direktur Adminitrasi Keuangan Sutjahjo, Direktur Pembinaan Pedagang Taufiqurrahman dan Ketua Badan Pengawas (Bawas) Novy Ispinari.

Iwan Isnurwanto menjelaskan jangan sampai harga komoditi terlalu tinggi dengan kemampuan beli masyarakat. Sebaliknya, harga komoditi yang dipasarkan harus berada dalam jangkauan ekonomi masyarakat.

“Misalnya, ada pasar yang berada dalam kawasan yang rata-rata pendapatan masyarakatnya segini (kecil). Ya jangan menjual pakaian, parfum, dan sebagainya dengan harga mahal,” ujarnya.

“Apa yang dijual itu harus merupakan sesuai dengan levelnya dan itu dibutuhkan atau dicari masyarakat,” lanjut pria yang sebelumnya menjabat Panglima KOARMADA II ini.

Iwan Isnurwanto menambahkan yang tidak kalah penting adalah pengelola dan pedagang harus sama-sama memiliki tanggung jawab mengelola pasar dengan baik. Selain ada sarana dan prasana yang memadai, kebersihan pasar adalah mutlak.

Bagi pria kelahiran 9 November 1965 ini, kebersihan adalah jaminan agar pasar menjadi nyaman. “Tidak boleh tidak. Semuanya harus ikut serta menjaga kebersihan, sehingga orang yang datang tidak merasa pasarnya kumuh,” jelasnya.

Hal lain yang perlu dihindari adalah adanya gap antar-pedagang. Contohnya, ada komoditi yang sama namun perbedaan harganya mencolok.

Di sisi lain, pria yang pernah menjabat Komandan KRI Cakra 401 (2005-2007), Koorspri KSAL (2009-2010), Kepala Staf Koarmada II (2019-2020) ini, juga memberikan kiat agar pasar tradisional tetap tumbuh di era maraknya pasar digital atau online. Diungkapkan, kuncinya adalah pelayanan. Menurut dia, membeli barang secara online keuntungannya adalah gampang dan cepat.

“Bagaimana dengan pasar tradisional? Kuncinya adalah bagaimana memudahkan dan menyenangkan pembeli. Pembeli adalah raja, kita harus memberikan pelayanan terbaik,” tuturnya.

Pada diskusi itu, Iwan juga bicara tentang pasar menjadi salah satu destinasi wisata. Baginya, pasar bisa menjadi wisata dengan beberapa hal yang perlu dipenuhi.

Misalnya, apa yang bisa ditonjolkan dari pasar itu. Selain itu pasar harus memiliki penataan yang bagus. Tak kalah penting, pasar memiliki spot sebagai pandangan mata/refreshing agar tidak jenuh. Hal ini bisa dilakukan dengan pengecatan bangunan secara berwarna-warni.

“Atau misalnya pasar yang khas dengan makanan/kuliner. Setidaknya perlu ada live music meskipun tidak setiap hari. Jadi minimal ada yang bisa dilihat sebagai pandangan mata,” jabar alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-XXXIV Tahun 1998 ini. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here