Datang di HUT PD Pasar Surya Ke-150, Wali Kota Eri Cahyadi Harapkan Hal Ini

0
92
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menghadiri dan memberikan sambutan dalam peringatan HUT ke-150 tahun PD Pasar Surya.

SURABAYA – Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya Kota Surabaya telah memasuki usianya yang ke-150 tahun. Memasuki usia 1,5 abad tersebut, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ini diharapkan dapat meningkatkan kebersihan dan kenyamanan seluruh pasar yang ada di bawah pengelolaannya.

Hal tersebut sebagaimana dikatakan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menghadiri acara Peringatan HUT ke-150 tahun PD Pasar Surya. Acara tersebut digelar di kantor pusat PD Pasar Surya, Jalan Manyar Kertoarjo V, Kamis (8/12).

“Semoga di usianya yang ke 150 tahun ini, dengan jajaran direksi baru dikuatkan Dewas (Dewan Pengawas) yang bergerak lama, saya berharap pasar-pasar di Surabaya bisa jauh berubah dari sebelumnya,” kata Wali Kota Eri Cahyadi dalam sambutan.

Wali Kota Eri Cahyadi mengakui, sekarang ini sejumlah pasar di bawah pengelolaan PD Pasar Surya telah berubah menjadi lebih bagus dan nyaman. Terlebih di hari ini, PD Pasar Surya juga melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Kejari Tanjung Perak dan PT PLN Power Nusantara.

MoU ini memberikan komitmen bersama PD Pasar Surya dalam pendampingan hukum serta pengelolaan sampah. “Saya sudah sampaikan ke Pak Kajari, MoU ini bukan berarti membenarkan yang salah. Tapi kalau ternyata ada yang melakukan kesalahan-kesalahan setelah diberikan fatwa, setelah diberikan nasihat, saya sampaikan sama Pak Kajari, yang salah ya salah, yang benar ya terus jalan,” urainya.

“Karena kepentingan umat jauh lebih besar dari kepentingan kita,” tambahnya.

Karenanya, Wali Kota Eri Cahyadi kembali menegaskan, bahwa pendampingan hukum yang diberikan Kejari Surabaya dan Kejari Tanjung Perak terhadap PD Pasar Surya bukan berarti akan membenarkan yang salah. Hal yang sama ini pun telah diterapkannya kepada jajarannya di lingkungan Pemkot Surabaya.

“Bukan berarti ketika didampingi (kejaksaan) setelah itu enak-enakan melakukan yang salah, tidak,” jelasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here