PD Pasar Surya Teken MoU dengan Bank Mandiri

0
81
Direktur Utama PD Pasar Surya Agus Priyo (kanan) dan Regional CEO Senior Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Region VIII/Jawa 3, Tri Nugroho usai penandatanganan MoU.

SURABAYA – Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Nota kesepahaman itu terkait tentang teknologi digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alat pembayaran non-tunai di pasar yang dikelola PD Pasar Surya.

MoU diteken di lantai 17 gedung Menara Mandiri Surabaya, Jalan Basuki Rahmat nomor 2-4 Surabaya, Senin (10/10). Sedangkan MoU diteken oleh Direktur Utama PD Pasar Surya Agus Priyo dan Regional CEO Senior Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Region VIII/Jawa 3, Tri Nugroho.

Dalam sambutannya, Tri Nugroho mengatakan pihaknya ikut berkomitmen dalam percepatan pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19. Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi digital QRIS.

“Sekarang ini ada perubahan prilaku masyarakat. Dengan teknologi digital, akan ada kemudahan dan percepatan proses transaksi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan pasar adalah salah satu pusat perekonomian. Di dalam pasar terdapat aktifitas jual beli. Di pasar juga banyak pelaku UMKM.

Direktur Utama PD Pasar Surya Agus Priyo (kiri) dan Regional CEO Senior Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Region VIII/Jawa 3, Tri Nugroho (tengah) di sela penandatanganan MoU antara PD Pasar Surya dengan Bank Mandiri.

“Nah UMKM ini sangat memberikan kontribusi besar pada PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) baik skala Jawa Timur atau nasional,” tambahnya.

Untuk diketahui, PDRB merupakan salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu daerah dalam suatu periode tertentu, baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan.

Terkait dengan MoU ini, Tri Nugroho menyatakan sekarang ini sudah eranya pembayaran cashless. Bahkan sudah ada yang ngetren dengan cashless society.

Kemudian, secara nasional juga sudah ada Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). “Dengan QRIS, ini adalah upaya kita berkolabroasi dengan PD Pasar Surya untuk teknologi digital. Dengan QRIS, ada banyak keuntungan. Misalnya, menghindari uang yang tidak layak edar atau lusuh,” terang dia.

Ia juga juga menegaskan QRIS tidak hanya menguntungkan pembeli. “Tapi juga menguntungkan bagi pedagang,” tandasnya.

Di sisi lain, Tri Nugroho juga menjabarkan kerja sama dengan PD Pasar Surya ini juga merambah pada pembiayaan Lomba Pasar Pahlawan. Lomba ini adalah kompetisi kebersihan pasar yang melibatkan pegelola pasar dengan para pedagangnya.

“Semoga ini akan semakin meningkatkan minat masyarakat untuk masuk ke pasar-pasar tradisional kita,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here