Dirut Agus Priyo: Saatnya Pedagang Pasar Naik Kelas

0
111
Direktur Utama PD Pasar Surya Agus Priyo memberikan sambutan sebelum penandatanganan MoU dengan Bank Mandiri.

SURABAYA – Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terkait tentang teknologi digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alat pembayaran non-tunai. MoU diteken Direktur Utama PD Pasar Surya Agus Priyo dan Regional CEO Senior Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Region VIII/Jawa 3, Tri Nugroho di di lantai 17 gedung Menara Mandiri Surabaya, Jalan Basuki Rahmat nomor 2-4 Surabaya, Senin (10/10).

Direktur Utama PD ?Pasar Surya Agus Priyo mengatakan dengan perkembangan teknologi yang makin canggih, kini pembayaran non tunai makin ngetren. Cara pembayaran secara digital itu sudah banyak diterapkan di pusat perbelanjaan, mal atau supermarket.

Dengan menggandeng Bank Mandiri, ia mengatakan pembayaran cashless juga bisa diterapkan di pasar tradisional. “Sudah saatnya pedagang pasar naik kelas,” ujar Agus Priyo.

Dikatakan, kerja sama ini juga terkait dengan support Bank Mandiri atas Lomba Pasar Pahlawan yang akan diselenggarakan di bulan Oktober-November 2022. Menurutnya, PD Pasar Surya bakal menggelar lomba kebersihan pasar dalam rangka peringatan Hari Pahlawan. Makanya, nama kegiatannya Lomba Pasar Pahlawan.

Lomba ini, sementara akan diikuti sembilan pasar dari 67 pasar yang dikelola PD Pasar Surya. Rinciannya, masing-masing cabang (PD Pasar Surya memiliki tiga cabang) mengirimkan tiga pasarnya yang masuk dalam ketegori kelas 2 untuk diikutkan lomba.

“Terima kasih support-nya (kepada Bank Mandiri). Mudah-mudahan lomba ini akan menjadi trigger supaya pasar dan PD Pasar Surya dapat berkembang dan lebih maju,” jelasnya.

Direktur Utama PD Pasar Surya Agus Priyo (kanan) dan Regional CEO Senior Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Region VIII/Jawa 3, Tri Nugroho (tengah) di sela penandatanganan MoU antara PD Pasar Surya dengan Bank Mandiri.

Agus Priyo juga menyatakan bahwa ada anggapan yang tidak pas di masyarakat. Menurutnya, selama ini pasar tradisional dinilai kotor.

“Pasar itu tidak kotor dan jorok. Itu hanya persepsi,” tegasnya.

Selanjutnya, ia meminta Bank Mandiri juga menindaklanjuti MoU dengan langkah untuk membangkitkan perekonomian di pasar tradisional. Agus Priyo mengusulkan agar pegawai Bank Mandiri diinstruksikan agar mengubah tempat belanjanya.

Jika selama ini barangkali belanjanya ke supermarket atau mal, Agus berharap ke depan pegawai Bank Mandiri berbelanja di pasar tradisional. “Mohon diarahkan pegawai Mandiri agar jangan belanja ke supermarket, tapi ke pasar tradisional,” tambah Agus Priyo. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here