PD Pasar Surya Teken MoU SIAP QRIS dengan Tiga Bank

0
79
Direktur Keuangan PD Pasar Surya Sutjahjo (dua dari kanan) dalam penandatanganan MoU dengan BNI, bank Jatim dan BRI tentang pasar SIAP QRIS.

SURABAYA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Festival Sinergi Sistem Pembayaran Inklusif Melalui Orientasi Cinta Rupiah (Simfoni Rupiah). Kegiatan ini diselenggarakan di Atrium Tunjungan Plaza 6, Surabaya, Kamis (25/8).

Di kegiatan ini sekaligus dilakukan launching asar dan pusat perbelanjaan S.I.AP Quick Response Code Indonesian Standart (QRIS). Acara ini dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Budi Hanoto.

Selain itu juga dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PD Pasar Surya dengan BNI, Bank Jatim dan BRI.

MoU ini berkaitan dengan pasar-pasar di bawah pengelolaan PD Pasar Surya bakal SIAP QRIS. Pelaksanaan pembayaran transaksi secara digital itu dilakukan kerjasama dengan ketiga bank tersebut.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono mendukung pemanfaatan QRIS sebagai salah satu bentuk perluasan akses pembayaran masyarakat. Sebab, ini merupakan bentuk digitalisasi sistem pembayaran sehingga bisa mengakselerasi inklusi keuangan, pengembangan UMKM, yang berseiring dengan kebangkitan ekonomi.

“Pembayaran melalui QRIS ini menjadi langkah penting bagi perluasan pembayaran berbasis digital. Ini harus bisa dimanfaatkan masyarakat khususnya di Jatim,” ungkapnya.

Sekdaprov Adhy menjelaskan, dalam rangka mencari alternatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, digitalisasi muncul sebagai salah satu solusi. Hal ini sejalan dengan arah digitalisasi nasional melalui pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di seluruh Indonesia.

“Untuk mendukung tugas TP2DD diperlukan percepatan dan perluasan digitalisasi melalui elektronifikasi transaksi pemerintah daerah untuk kegiatan transaksi belanja dan pendapatan daerah, serta pembayaran di masyarakat secara non tunai yang berbasis digital,” urainya.

Untuk itu, Adhy menambahkan seluruh TP2DD di Provinsi Jawa Timur diharapkan dapat mengakselerasi digitalisasi keuangan di daerahnya. Melalui implementasi rencana kerja atau roadmap serta menyampaikan laporan secara berkala kepada Kemendagri dan Kemenkoperekonomian.

“Selain itu, pembentukan ekosistem digital lainnya juga dapat menjadi agenda bersama yang dapat direalisasikan melalui TP2DD seperti elektronifkasi bantuan sosial non-tunai, transportasi hingga sektor ritel lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan PD Pasar Surya Sutjahjo mengatakan kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari pasar SIAP QRIS yang sebelumnya sudah dilakukan. Menurutnya, sebelumnya, Pasar Kapasan dan Pasar Wonokromo sudah launching SIAP QRIS.

“Kini sudah ada 19 pasar yang SIAP QRIS,” katanya.

Tambahan pasar SIAP QRIS itu di antaranya adalah Pasar Kayoon, Pasar Genteng Baru, Pasar Pucang Anom dan Pasar Tambahrejo. Selain itu ada pula Pasar Blauran Baru dan Pasar Keputran Utara.

Menurutnya, secara bertahap pasar tradisional di bawah pengelolaan PD Pasar Surya akan melakukan SIAP QRIS. Ia berharap dengan sistem pembayaran digital itu akan makin mempermudah transaksi antara pedagang dengan pembeli. Sehingga nantinya jika belanja ke pasar, tidak perlu lagi membawa uang cash. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here