Mendag Juga Datangi Pasar Wonokromo

0
23
Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Zulkifli Hasan saat melakukan sidak ke Pasar Wonokromo.

SURABAYA – Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Zulkifli Hasan kembali melakukan sidak ke pasar tradisional. Kali ini ke Pasar Wonokromo, Surabaya, Minggu (31/7) pagi. Sebelumnya, sidak juga dilakukannya di Pasar Keputran Utara, Sabtu (30/7) malam.

Dari hasil tinjauannya itu, Mendag Zulkifli menyatakan, bahwa harga bahan pokok di Kota Surabaya stabil. Seperti, harga cabai dan bawang yang sebelumnya sempat mengalami kenaikan, kini telah stabil.

“Hari ini kita syukuri harga-harga sudah turun banyak. Pertama yang membuat inflasi paling tinggi cabai sama bawang,” katanya.

Saat melakukan sidak ke Pasar Keputran Utara, Mendag Zulkifli mengungkapkan, jika harga bawang untuk grosir antara Rp 25 ribu sampai Rp 28 ribu per kilogram.  “Sehingga pedagang jualnya di bawah Rp 40 ribu, bisa Rp 35 ribu ke pengecer,” ujarnya.

Selain bawang, harga cabai merah di Kota Pahlawan disebutkan Mendag juga stabil. Baik itu cabai rawit maupun cabai merah besar, rerata harganya di pasar Rp 55 ribu.

“Cabai saat awal saya jadi menteri Rp 120 ribu, kemarin cabai rata-rata sudah Rp 55 ribu. Apakah cabai rawit, cabai keriting, cabai hijau, cabai merah besar juga sama lebih kurang Rp 55 ribu. Artinya, pengecer bisa jual Rp 65 sampai Rp70 ribu,” jelas Mendag.

Sedangkan untuk daging, kata Mendag, harganya juga sudah turun. Jika sebelumnya harga daging mencapai Rp 130 hingga Rp 35 ribu, sekarang ini turun menjadi Rp 120 ribu.

“Saya melihat daging 120 ribu (per kilo), kemarin saya temukan di Kupang harga daging sapi Rp 110 ribu, lebih murah itu. Nah, di sini (Pasar Wonokromo) Rp 120 ribu. Minggu lalu masih Rp130 ribu, berarti juga sudah turun, kalau yang lain-lain stabil, beras stabil, gula stabil,” terang dia.

Tak hanya itu, ketersediaan maupun harga minyak goreng di Kota Surabaya juga dikatakan Mendag stabil. Menurut dia, Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng curah yang telah dikemas rerata di mana-mana Rp 14 ribu.

“Minyak goreng curah tadi sudah dikemas sederhana, tulis di luarnya Rp 14 ribu, itu HET jadi sudah ada di mana-mana minyak goreng. Semalam di Pasar Keputran, karena pengecer beli Rp 12 ribu, lebih murah lagi, jadi bisa jual Rp 13 ribu sampai  Rp 13,500,” sebutnya.

Karena itu, Mendag Zulkifli kembali menyatakan, bahwa harga-harga bahan pokok sudah mulai stabil. Jika pada bulan sebelumnya Indonesia mengalami inflasi tinggi, maka dengan harga bahan pokok yang stabil ini pihaknya berharap inflasi dapat segera terkendali.

“Ketersedian stok terjamin. Kalau stoknya kurang, mesti mahal. Kalau harga cenderung turun, artinya stoknya lebih banyak,” imbuhnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here