Antisipasi Flu Burung, DKPP Ambil Sampel Unggas di Pasar

0
36
Pengambilan sampel unggas oleh tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya di salah satu pasar yang dikelola PD Pasar Surya.

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot Surabaya) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) melakukan antisipasi pencegahan dan penyebaran virus Avian Influenza (AI). Salah satu langkah yang dilakukan yakni melakukan deteksi dini terhadap mata rantai penyebaran virus yang dikenal dengan nama flu burung itu.

Deteksi dini tersebut dengan mengambil sampel pada unggas di pasar-pasar se-Surabaya, Rabu (20/7). Targetnya adalah pasar yang menjual unggas hidup.

“Kita melakukan dua cara yaitu swab lingkungan dan swab orofaring. Swab lingkungan adalah pengambilan sampel pada peralatan yang digunakan pedagang karkas ayam, sedangkan swab orofaring adalah dilakukan pada unggas hidup yang dijual pedagang,” ungkap Kepala DKPP Antiek Sugiharti.

Ia menerangkan dua swab itu dilaksanakan selama tiga hari. Detilnya sejak 19 Juli 2022 sampai 21 Juli 2022 besok.

Sedangkan pasar yang didatangi tim DKPP di antaranya adalah pasar yang dikelola Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya. Yakni Pasar Gayungsari, Pasar Wonokromo, Pasar Kembang, Pasar Keputran Selatan, Pasar Dukuh Tembok, Pasar Pegirian, Pasar Pabean, dan Pasar Babaan.

“Selain itu juga di Pasar Asemrowo, Dukuh Kupang, Balongsari, Kapasan, Tambahrejo, Genteng, Gubeng Masjid, Pecindilan, Pacar Keling dan Pasar Pucang Anom,” terangnya.

Namun ia menyebutkan ada juga pasar lain yang di luar pengelolaan PD Pasar Surya yang juga didatangi. Misalnya, Pasar LKMK Pagesangan, Pasar Dukuh Menanggal, Pasar Yamuri, Pasar LKMK Semolowaru, dan Pasar Menur.

Menurut Antiek, pengambilan sampel pada unggas ini merupakan tahap pertama. “Kita melakukannya setahun minimal dua kali, dan kita juga memiliki program vaksin dan desinfeksi unggas yang diternak masyarakat,” ujarnya.

Pada pengambilan sampel unggas ini, lanjut Antiek, pihaknya bekerjasama dengan Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates Yogyakarta. Dari pengambilan sampel itu, selanjutnya akan digunakan sebagai pijakan untuk melakukan penanganan.

Tetapi ia menyatakan dalam pengambilan sampel, pihaknya juga sekaligus melaksanakan sosialisasi kepada pedagang unggas. Sosialisasi di antaranya menyampaikan tentang ciri-ciri flu burung, dan bagaimana upaya agar unggas tidak terkena virus itu.

Karena itu, mantan kepala Dinas Kebudayaan dan Olahraga Pemkot Surabaya itu mengimbau semua pihak, terutama pedagang unggas hidup, untuk bersama-sama mewaspadai virus ini. Hal tersebut agar Kota Surabaya terhindar dari penyebaran flu burung. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here