Komisi IX DPR RI Melakukan Kunjungan Kerja di Pasar Tambahrejo

0
83
Sejumlah anggota Komisi IX DPR RI berdialog dengan pedagang ayam di Pasar Tambahrejo, Surabaya dalam kunjungan kerja di pasar tersebut.

SURABAYA – Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Pasar Tambahrejo, Surabaya, Kamis (7/4) siang. Kunjungan kerja ini untuk memantau sejumlah komoditi pangan yang dijual di pasar, terutama untuk mengetahui kemungkinan adanya zat berbahaya pada makanan olahan atau bahan pangan.

Begitu rombongan datang di pasar, para legislator dari Komisi IX DPR RI ini langsung berkeliling di dalam pasar. Mereka mendatangi beberapa stan dan berdialog dengan pedagang yang menjual komoditi pangan tertentu. Di antaranya, stan pedagang ayam, jajanan, ikan basah dan kerupuk.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mengatakan dalam kunjungan kerja ini, juga melibatkan tim dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya. Ia meminta BPOM terus menggencarkan sosialisasi atas bahan-bahan berbahaya dalam kandungan pangan.

“Hari ini kami dari Komisi IX DPR RI hadir di sini untuk melihat langsung apakah barang dagangan yang dijual mengandung bahan-bahan berbahaya. Beberapa sudah kami ambil sampelnya, dan tadi sebelum kami datang, BPOM juga sudah mengambil sampelnya,” ungkapnya.

Diterangkannya, masyarakat harus mendapatkan kepastian bahwa bahan pangan yang dibelinya di pasar adalah aman. Karena itu, lanjut dia, BPOM diharapkan lebih gencar melakukan sosialisasi.

“Sehingga pedagang mengetahui, apa yang boleh dijual dan tidak boleh dijual,” ujarnya.

Menurutnya, sosialisasi tidak hanya akan dilakukan di Pasar Tambahrejo. Kata Charles, hal itu harus juga dilaksanakan di pasar-pasar lain.

“Sehingga ke depan dalam membuat produk harus sesuai aturan dan tidak mengandung bahan berbahaya,” jelasnya.

“Harapan kami BPOM bisa melakukan pendampingan kepada pedagang sehingga produk yang dipasarkan adalah produk yang aman dikonsumsi masyarakat,” tambah Charles.

Selanjutnya, dengan pendampingan tersebut, pedagang akhirnya menjadi tahu tentang jenis bahan pangan atau makanan apa yang boleh dijual atau tidak. “Sehingga masyarakat bisa mendapatkan perlindungan yang optimal,” katanya lagi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here