Kapolri dan Gubernur Jatim Cek Ketersediaan Minyak Goreng dan Bahan Pangan di Pasar Wonokromo

0
104
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengecek ketersediaan minyak goreng di Pasar Wonokromo.

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengecek ketersediaan bahan pangan dan penerapan harga eceran tertinggi minyak goreng curah di Pasar Wonokromo Surabaya, Sabtu (26/3).

Titik kunjungan pertama yang dikunjungi adalah Wonokromo. Di lokasi ini, Kapolri bersama Gubernur Khofifah dan Forkopimda mengecek harga bahan pangan kepada beberapa pedagang. Utamanya terkait harga minyak goreng curah, gula, telur, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya.

Tidak hanya ke pasar Wonokromo, Gubernur Khofifah bersama Kapolri dan Forkopimda Jatim juga meninjau PT Smart Tbk Rungkut, Surabaya, yang merupakan salah satu pabrik minyak goreng.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa kunjungannya kali ini ke Jawa Timur salah satunya adalah untuk mengecek ketersediaan dan penerapan harga eceran tertinggi minyak goreng curah yaitu Rp 14.000 sampai Rp 15.500 per liter.

“Baru saja saya bersama dengan gubernur dan forkompimda mengecek terkait distribusi minyak curah yang beberapa waktu yang lalu sempat terjadi kelangkaan,” ucapnya.

Secara khusus Kapolri menginstruksikan kepada Kapolda Jatim dan satgas pangan Jatim untuk setiap hari melakukan cek ketersediaan dan kecukupan minyak goreng di pasar. Ia meminta agar ketika ditemukan kekosongan maka segera berkomunikasi dengan dengan pihak distributor minyak goreng di Jawa Timur.

“Ini tentunya hal-hal yang harus terus kita cek dan kemudian kita pastikan bahwa seluruh kegiatan distribusi ini betul-betul bisa berjalan dengan baik, jadi ini akan kita ikuti terus dan mudah-mudahan ketersediaan minyak curah sesuai HET betul-betul ada di pasaran khususnya di bulan Ramadan,” tutupnya.

Sementara itu Gubernur Khofifah meminta seluruh distributor minyak goreng Jawa Timur untuk berkomitmen menyalurkan minyak goreng mereka. Hal itu dilakukan agar dapat memenuhi permintaan pasar yang masih tinggi.

“Saya meminta kepada distributor minyak goreng di Jawa Timur agar benar-benar mendistribusikan minyak goreng ke pasar-pasar di Jatim,” kata Gubernur Khofifah.

Sebab menurutnya saat ini masih ada ruang kosong antara produsen, distributor dan konsumen. Dengan produksi 250 ton minyak goreng curah per hari, jika pabrik yang lain melakukan hal yang sama seharusnya tidak terjadi kekosongan dan rantai pasok minyak goreng tidak terputus.

“Dari PT Smart menjelaskan bahwa produksi minyak goreng curah itu 250 ton per hari bahkan sedang berupaya meminta ijin untuk menaikkan produksinya. Penyebab kelangkaan minyak goreng ini harus segera dicarikan solusinya. Caranya adalah dengan sama-sama berkomitmen antara produsen dan distributor untuk dapat memenuhi permintaan pasar,” papar Khofifah.

Terlebih, sebentar lagi akan masuk bulan Ramadan dan dipastikan kebutuhan minyak goreng akan meningkat. Khofifah meminta kebijaksanaan seluruh pihak agar yang masih menahan pasokan minyak goreng agar segera dilepas ke pasar.

“Ayolah kita jaga psikologis masyarakat agar masyarakat lebih tenang dan khusyuk menjalankan ibadah puasa,” ajaknya.

Di sisi lain, Arthur GM PT. Smart mengatakan bahwa pihaknya setiap hari memproduksi secara normal tidak ada pengurangan. Ia juga menuturkan bahwa pada bulan April dan Mei pihaknya mendapatkan kewajiban produksi minyak goreng sampai 1.725 ton.

Ia menyebut bahwa untuk bulan Ramadan dan Idul Fitri ia berupaya untuk meningkatkan produksi minyak goreng.
“Ini kami sedang mengajukan revisi, bukan minta turun, kami minta naik, karena kami ini kan ada volume untuk memproduksi curah itu satu harinya bisa keluar sekitar 250 ton kami sedang minta ajukan untuk ditambah volumenya di wilayah Jawa Timur,” ungkapnya. (*)

 

Sumber: Pemprov Jatim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here