Pemkot Surabaya Bebaskan 15 Persil Bangunan untuk Pedestrian dan Saluran Air di Wonokromo

0
82

SURABAYA – Pemkot Surabaya melakukan pembebasan lahan di Jalan Wonokromo, Senin (18/10). Ada 15 persil bangunan yang dirobohkan, dari total 24 persil bangunan.

Sebelumnya, pembebasan lahan ini sempat terhenti akibat ada kendala. Namun, pembebasan kali ini akhirnya bisa terlaksana dan berjalan lancar.

Kepala Bagian Hukum Pemkot Surabaya, Ira Tursilowati menerangkan, bahwa pembebasan lahan di Jalan Wonokromo sempat tertunda tiga kali. Sekarang 15 persil bangunan bisa dirobohkan, dengan memiliki total konsinyasi Rp 1.114.890.000.

“Total yang dikonsinyasi di Pengadilan Negeri Surabaya sebanyak 24 bangunan stan. 9 bangunan sudah mengambil konsinyasi dengan total Rp 671.803.00. Kemudian yang belum mengambil konsinyasi ada 15,” terangnya sesuai press release dari Bagian Humas Pemkot Surabaya.

Ira menjelaskan, bahwa pada tahun 2019 pihaknya akan memberikan konsinyasi, namun 15 persil bangunan tersebut keberatan. Mereka kemudian mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Surabaya.

Ira mengaku Pemkot Surabaya sudah melakukan sosialisasi kepada warga yang memiliki 15 persil bangunan tersebut dan memberikan ganti rugi. Ganti rugi ini sesuai dengan luas setiap persil bangunan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Surabaya, Erna Purnawati mengatakan, bahwa 15 persil bangunan yang dirobohkan akan dimanfaatkan untuk pelebaran jalan dengan panjang 300 meter. “Pelebaran jalan kurang 5 meter untuk pedestrian dan saluran air,” ujar Erna.

Ia menjelaskan, bahwa pelebaran jalan tersebut merupakan kelanjutan dari proyek pelebaran jalan frontage arah Bundaran Waru Cito hingga Jembatan Sawunggaling.

“Ini lanjutan frontage, tinggal ini saja.  Tetapi warga merasa tinggal sejak lama. Akhirnya kami melakukan konsinyasi,” jelas dia.

Sebelumnya, Pemkot Surabaya sudah melakukan banyak upaya sejak tahun 2020. Pada 23 Februari 2021 Pemkot Surabaya berencana melakukan eksekusi namun tertunda. Lalu, pada 25 Mei 2021 Pemkot Surabaya berencana melakukan eksekusi namun kembali tertunda.

Pada 1 Oktober 2021, menindaklanjuti surat dari Pengadilan Negeri Surabaya, perihal pemberitahuan eksekusi pengosongan, Pemkot menyampaikan agar warga dapat membongkar sendiri bangunannya.  Selanjutnya hari ini Pemkot Surabaya melakukan pembebasan lahan di Jalan Wonokromo itu. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here