PD Pasar Surya Sosialisasi dan Data Pedagang untuk Vaksinasi Covid-19

0
234

Surabaya – Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya melakukan sosialisasi vaksinasi Covid-19 untuk pedagang. Sosialisasi itu juga ditindaklanjuti dengan melakukan pendataan nama-nama pedagang yang nantinya akan didaftarkan untuk mengikuti vaksinasi. Sedangkan pelaksanaan vaksinasi tersebut bakal dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya.

Direktur Teknik dan Usaha PD Pasar Surya Muhibuddin mengungkapkan sosialisasi dan pendataan itu mulai dilakukan di Pasar Kapasan dan Pasar Pucang Anom. Setelah itu, sosialisasi dan pendataan vaksinasi ke pedagang juga telah digelar di pasar-pasar lain yang masuk dalam pengelolaan PD Pasar Surya.

“Secepatnya setelah nama-nama pedagang terkumpul, data tersebut segera kita kirimkan ke Pemerintah Kota (Pemkot Surabaya, Red),” ujarnya, Kamis (18/3).

Muhibuddin menuturkan ada sekitar 21 ribu pedagang di 67 pasar aktif yang masuk dalam pengelolaan PD Pasar Surya. Ia berharap seluruh pedagang bersedia mengikuti vaksinasi tersebut. Hal ini sebagai ikhtiar dan pencegahan terhadap penularan Covid-19.

Namun ia juga memahami bahwa belum tentu semua pedagang akan mengikuti vaksinasi Covid-19 di pasar. Hal ini bisa terjadi dengan alasan yang berbeda-beda.

Misalnya, ada pedagang yang kemungkinan masuk dalam kategori OTG. “Mungkin juga ada pedagang yang sudah mengikuti vaksinasi di puskesmas di daerah tempat tinggalnya,” terangnya.

Terlepas dari itu, Muhibuddin menyatakan pentingnya penyuluhan tentang vaksinasi ini. Para pedagang perlu diberikan pemahaman tentang dampak dan keuntungan setelah disuntik vaksin.

Menurutnya, penyuluhan ini urgen karena masih ada penolakan atas vaksinasi. “Saya kira tidak hanya di pasar, di masyarakat pun ada yang menolak vaksinasi. Karena itulah dibutuhkan penyuluhan oleh pihak terkait,” katanya.

Di sisi lain ia berharap pelaksanaan vaksinasi bagi pedagang ini, nantinya bisa digelar di sekitar lokasi pasar. Hal ini dengan pertimbangan bahwa pedagang umumnya tidak mau meninggalkan tempat berjualan.

“Supaya mereka tidak meninggalkan aktivitasnya berdagang dan pelaksanaannya lebih efektif,” tambahnya.

Dalam hal ini, Muhibuddin berkaca pada pelaksanaan rapid test dan swab test masal yang dilaksanakan di beberapa pasar. Dengan metode jemput bola, sasaran yang dituju akan lebih efektif. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here