Cegah Virus Corona, di Pasar Disemprot Disinfektan

0
58
Salah satu kegiatan penyemprotan disinfektan yang dilakukan di Pasar Blauran.

Surabaya – Berbagai upaya dalam mengantisipasi penyebaran covid-19, terus dilakukan Pemkot Surabaya. Selain menyediakan wastafel portable dan hand sanitizer di beberapa titik, pemkot juga melakukan penyemprotan disinfektan untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan, penyemprotan disinfektan ini dengan tujuan agar mengurangi bahaya mikroorganisme , khususnya di lingkungan kerja. “Sementara ini di lingkungan kerja pemerintah kota, sekitar Taman Surya dan Jalan Jimerto. Selain itu, di pasar, rumah ibadah, masjid-masjid, gereja, pura itu sudah kita lakukan,” katanya, Senin (16/3).

Dalam penyemprotan kali ini, Feny, sapaan akrab Febria Rachmanita, mengungkapkan, beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Surabaya juga dikerahkan. Di antaranya, Satpol PP, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH), dan Dinas Perhubungan (Dishub).

Setidaknya ada 100 petugas yang dikerahkan dalam penyemprotan disinfektan ini. “Perkiraan sekitar lebih dari 100 orang (petugas). Kayak di Balai Pemuda itu satu lokasi, karena besar (luasnya) jadi 10 orang (petugas) di situ,” katanya.

Tak hanya melakukan penyemprotan di lingkungan kerja pemerintah, Pemkot Surabaya juga melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa lokasi lain. Di antaranya, terminal, stasiun, sekolah, hingga di bus-bus. Rencananya, penyemprotan disinfektan ini bakal berlangsung selama seminggu ke depan.

“Di sekolah juga, mumpung libur jadi sekalian, mungkin sekitar sampai hari Minggu (penyemprotan) selesai,” jelasnya.

Di samping melakukan penyemprotan disinfektan, Pemkot Surabaya juga membagi-bagikan hand sanitizer gratis kepada masyarakat. Hand sanitizer ini merupakan produksi mandiri dari Dinkes Surabaya yang sengaja ditujukan kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti para penumpang di terminal bus-bus, Damri, hingga pekerja Ojek Online (Ojol).

“Hari ini kita produksi (hand sanitizer) sekitar 875 liter, waktu awal cuman 50 liter, kemudian bertambah 200 liter dan hari ini 875 liter,” jelas dia.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here