Disperindag dan Bulog Gelar Operasi Pasar

0
1149
Salah satu operasi pasar yang dilakukan di Pasar Keputran Selatan.

Surabaya – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Jawa Timur menggelar Operasi Pasar (OP) Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) secara serentak di 43 pasar. Pada OP kali ini Bulog menyiapkan 250 ribu ton beras medium dengan harga konsumen Rp 8.500 per kilogram.

OP itu di antaranya dilakukan di pasar yang dikelola PD Pasar Surya. Yakni, Pasar Pucang, Pasar Kapasan, Pasar Wonokromo, Pasar Pabean, Pasar Keputran Selatan, dan Pasar Genteng Baru.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindag Jawa Timur, Tri Bagus Sasmito pada peluncuran KPSH OP mengatakan, sejauh ini komoditas bahan pokok di Jawa Timur, harganya masih relatif cukup stabil. “Berdasarkan hasil pantauan di 119 pasar di Jawa Timur harga sembako masih belum ada kenaikan masih relatif stabil. Khususnya beras, minyak goreng, tepung terigu dan gula pasir,” ujar Bagus, Rabu (25/9).

Sementara yang saat ini justru mengalami penurunan harga atau deflasi, kata Bagus adalah bawang merah. Harga bawang merah di tingkat petani pada akhir Agustus lalu rata-rata Rp 5 ribu per kilogram. Hal tersebut karena saat ini sedang panen raya terutama di kawasan sentra bawang merah di Probolinggo dan Sukomoro, Nganjuk.

Komoditas lainnya yang juga mulai turun harganya adalah cabai rawit dan cabai merah besar dan cabai kerinting. “Kini harga cabai rawit rata-rata Jawa Timur Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu per kilogram,” kata Bagus.

Menurutnya, langkah Disperindag bersama Bulog Jawa Timur melakukan OP ini sebagai langkah antisipatif. “Untuk mengantisisfasi kalau ada kejadian agar nggak panik,” tambahnya.

Dalam waktu dekat, Disperindag juga akan menggelar pasar murah di seluruh daerah di Jawa Timur. Dalam hal ini, Disperindag akan menggandeng Bulog untuk berkeliling maupun ke lokasi-lokasi tertentu.

Kepala Bulog Divisi Regional Jawa Timur, Mohammad Hasyim mengatakan dalam operasi pasar KPSH ini pihaknya telah menyiapkan 250 ribu ton beras medium dengan harga konsumen Rp 8.500 per kilogram. Beras OP jika dijual ke distributor dan pedagang Rp 8.100 hingga 8.300 per kilogram. Kalau dijual eceran rata-rata Rp 8.500 per kilogram.

Pada tahap awal beras 250 ribu ton itu digelontorkan ke 43 pasar di Jawa Timur, 10 pasar di antaranya adalah pasar di kawasan Surabaya. “Dari 250 ribu ton itu, 49 ribu ton sudah disalurkan. Kalau kurang akan kita tambah. Jangan khawatir. Stok kita masih banyak. Ada 590 ribu ton di gudang,” ujar Hasyim.

Menurut Hasyim, stok beras premium di pasaran kemungkinan besar berkurang. Karena saat ini masih musim kemarau sehingga belum ada panen. Dikhawatirkan dengan stok yang menipis ini harga akan naik.

“Sementara tugas Bulog menyediakan stok dan menstabilkan harga, sebelum harga benar-benar naik, jadi kita antisipasi,” terangnya. (*)

Sumber: http://kominfo.jatimprov.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here