Pasar Kupang Dijadikan Relokasi PKL Bunga Tabur di Jalan Kedungdoro

0
1867
Direktur Pembinaan Pedagang PD Pasar Surya Taufiqurrahman mengecek stan bunga tabur di Pasar Kupang.

Surabaya – Jalan Kedungdoro selama ini identik sebagai pusat spare part mobil terbesar di Surabaya, bahkan Jawa Timur. Selain itu, dengan puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) bunga tabur di sepanjang itu, jalan ini juga sangat identik sebagai pasar kembang.

Tetapi puluhan pedagang tersebut sekarang direlokasi. Para pedagang tersebut kini dipindahkan ke Pasar Kupang yang masuk dalam pengelolaan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya.

“Sudah dilakukan koordinasi antara Pemkot dengan PD Pasar Surya. Beberapa pedagang sekarang sudah masuk di Pasar Kupang,” ungkap Direktur Pembinaan Pedagang PD Pasar Surya Taufiqurrahman, Sabtu (21/9).

Dari hasil pendataan, PKL bunga tabur itu berjumlah 15 orang. Semuanya nanti akan direlokasi ke Pasar Kupang. Sebab PKL dilarang berjualan di pinggir Jalan Kedungdoro.

Menurut Taufiqurrahman, PD Pasar Surya sudah melakukan sejumlah pembenahan. Di antaranya adalah membenahi stan dan beberapa fasilitas di Pasar Kupang. Pembenahan itu dilakukan bersama dengan pihak kecamatan setempat, Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH), serta Dinas PU Bina Marga. Selain itu juga dengan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, serta Satpol PP.

“Kita melakukan pembenahan stannya, DKRTH mengangkut sampah dan PU Bina Marga memperbaiki saluran. Kita kerja bersama-sama. Kita juga dibantu Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, serta Satpol PP,” terangnya.

Ia menambahkan kini pihaknya sedang menyiapkan lahan parkir. Rencananya, tempat parkir itu akan berada di bagian kosong di lahan Pasar Kupang itu. Pada saat yang bersamaan, PD Pasar Surya juga sedang menyiapkan akses masuk menuju tempat parkir itu.

Taufiqurrahman berharap dengan masuknya pedagang bunga tabur, Pasar Kupang akan lebih ramai didatangi pengunjung. Ke depan, lanjutnya, Pasar Kupang juga akan dikonsep sebagai pasar tematik.

“Salah satunya adalah sebagai ikon pasar kembang, namun namanya tetap Pasar Kupang,” terusnya.

Di sisi lain ia menyatakan untuk sementara, PKL bunga tabur ini tidak dikenai biaya. Namun ke depan mereka harus mengurus administrasi sebagai pedagang pasar.

Sekarang ini pedagang bunga tabur itu juga hanya bisa berjualan pagi sampai sore. Hal ini karena di stan mereka belum dialiri listrik dengan alasan mereka masih menempati stan dengan free.

“Sekarang kan masih free. Nanti kalau sudah menjadi pedagang dan ada sejumlah kewajiban yang harus dipenuhi, listrik akan kita sambungkan,” jabarnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here