Surabaya – Dinas Peternakan (Disnak) Jawa Timur memastikan ketersediaan barang pangan daging sapi, daging ayam, dan telur ayam ras aman selama bulan puasa hingga Lebaran mendatang. Bahkan stok ini berlebih, sehingga dapat dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan provinsi lainnya.
“Diperkirakan kenaikan harga masih ada, namun bisa dibilang terjangkau. Selain itu ketersediaan komoditi ini masih cukup maka diharapkan tidak menimbulkan gejolak harga yang mencolok,” kata Kepala Disnak Jawa Timur, Wemmy Niamawati, kepada media di Surabaya, Jumat (10/5).
Dikatakan Wemmy, untuk ketersediaan daging sapi selama Mei – Juni sebanyak 15.580 ton, sedangkan untuk kebutuhan 14.872 ton. Sementara untuk daging ayam masih ada sekitar 79.855 ton dengan kebutuhan 69.822. “Artinya kita masih mempunyai stok berlebih,” ungkapnya.
Untuk itu kata dia, mengantisipasi melonjaknya harga bahan pokok akibat peningkatan kebutuhan yang cukup tinggi, pihaknya sudah berperan aktif dalam rangka pemenuhan kebutuhan tersebut dengan menjaga keseimbangan supply-demand (pasokan dan permintaan). Wemmy menuturkan, pada saat puasa dan Lebaran biasanya akan ada kenaikan harga sebesar 10 hingga 20 persen.
“Sampai saat ini harga daging sapi jika pada hari biasa Rp 109.000/kg, saat puasa biasa mencapai sekitar Rp 110.000/kg Nanti pada H-3 hingga H+3 lebaran diprediksi naik sekitar Rp 108.800 – 130.500/kg,” ujarnya.
Ditambahkannya, untuk menghambat kenaikan harga serta terjadinya fluktuasi, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota di Jatim, pelaku usaha, asosiasi, satgas pangan untuk menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan transportasi. Selain itu juga mengutamakan pemenuhan kebutuhan dalam provinsi sebelum mengirim ke wilayah lain.
Disnak juga melakukan pemantauan ke produsen atau peternak, asosiasi, rumah potong hewan (RPH) dan pasar untuk melihat langsung kesiapan pasokan dan harga yang berkembang. “Kita juga memberikan edukasi kepada masyarakat untuk membiasakan mengkonsumsi daging unggas beku melalui media massa dan kampanye mengkonsumsi produk olahan, agar tidak tergantung pada ketersediaan daging segar,” tambahnya.
Kata Wemmy, pihaknya akan bekerja sama dengan pelaku usaha, Bulog serta lainnya untuk menggelar pasar murah. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (*)
Sumber: http://kominfo.jatimprov.go.id









