Berniaga ke Surabaya, Ajak Masyarakat Kunjungi Pasar Pabean

0
971
Para peserta
Para peserta "Berniaga ke Surabaya" berpose dengan latar belakang Pasar Pabean. Kegiatan wisata ini dilaksanakan setiap hari Jumat-Minggu hingga 24 Maret 2019 mendatang. (Foto: @enoujumps/Instagram)

SURABAYA – Berkunjung ke kawasan kota lama kini menjadi salah satu destinasi wisata di Surabaya. Untuk mewujudkan wisata tersebut, Pemerintah Kota Surabaya pun telah melakukan program revitalisasi di kawasan kota lama yang banyak berdiri bangunan-bangunan tua.

Salah satu program wisata kota lama ini adalah Surabaya Heritage Track (SHT). Kegiatan yang digagas oleh House of Sampoerna (HoS) ini menyuguhkan program berupa tur tematik yang dilaksanakan mulai hari ini, 22 Februari 2019.

Dengan tajuk ‘Berniaga ke Surabaya’ ada beberapa bangunan lama yang menjadi jujukan untuk dikunjungi. Manager House of Sampoerna Rani Anggraini mengatakan program wisata tematik ini menjadi bagian inovasi memanjakan pengunjung agar tidak bosan.

“Kali ini kita mencoba menonjolkan identitas Kota Surabaya yang dikenal sebagai kota industri dan perdagangan,” katanya.

Menurut dia, sejak dulu Surabaya sudah menjadi kota industri dan perdagangan. Hal ini pun dapat dilihat dari jejaknya. Misalnya, ada pelabuhan rakyat Kalimas dan Pasar Pabean yang sudah ada sejak peninggalan zaman Belanda.

“Mungkin banyak masyarakat yang belum tahun sejarahnya. Melalui SHT ini kita ingin mengenalkan itu kepada masyarakat,” lanjut Rani.

Karena itu, rute ‘Berniaga ke Surabaya’ ini yang dipilih adalah mengunjungi Menara Pantau Kalimas dan Pasar Pabean. Dipilihnya dua tempat ini karena sejarah panjang Kota Pahlawan sebagai kota dengan pelabuhan. Letak strategis Pelabuhan Rakyat Kalimas, Surabaya menjadi primadona dan jalur perdagangan utama di Hindia Belanda dan sekarang pun masih berlangsung.

“Sedangkan Pasar Pabean adalah pasar tua di Surabaya yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu,” terangnya.

Rani menambahkan tur tematik ini digelar setiap hari Jumat hingga Minggu. Untuk berwisata, pengunjung tidakdikenai biaya alias gratis. Mereka akan diantar bersama-sama menggunakan bus yang didesain mirip kereta trem yang pernah berjaya di Kota Surabaya tempo dulu.

Program SHT sendiri sudah dilaksanakan sejak tahun 2009 lalu. Konsep yang dilakukan pun sama yakni tur keliling kota mengunjungi bangunan-bangunan bersejarah dan keberagaman budaya khas Surabaya. Tetapi kali ini lebih difokuskan mengunjungi bangunan bersejarah yang menjadi peninggalan kota industri dan perdagangan.  (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here