Wali Kota Tri Rismaharini Pimpin Operasi Masker di Pasar Keputran

0
845

Surabaya – Pemkot Surabaya terus menggencarkan operasi masker. Tidak hanya siang atau malam, bahkan dini hari pun operasi dilakukan.

Seperti yang digelar di Pasar Keputran Utara dan Pasar Keputran Selatan, Selasa (14/7). Usai salat Subuh, Pemkot bersama TNI dan Polri melakukan operasi di dua kawasan ini. Kegiatan tersebut langsung dipimpin oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya itu turun lapangan bersama Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II (Pangkogabwilhan II) Marsdya TNI, Imran Baidirus. Selain itu ada pula Danrem Tipe A 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Herman Hidayat Eko Atmojo, dan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir.

Menggunakan megaphone, Risma mengingatkan pedagang serta pembeli di kawasan itu menerapkan protokol kesehatan. Seperti jaga jarak dan memakai masker.

“Maskernya dipakai, jangan diturunkan. Yang sakit sudah ribuan, jangan ditambah lagi. Nanti kalau sakit diisolasi 14 hari,” katanya.

Ia mengingatkan menggunakan masker memang tidak biasa, juga tidak nyaman atau tidak enak. “Tapi kalau nanti sakit lebih tidak enak lagi,” terusnya.

Operasi pemakaian masker ini dilaksanakan secara bersamaan. Tidak hanya razia, para pedagang dan pembeli pun di-rapid test. Bagi yang hasil rapid tesnya negatif, dipersilakan pulang atau melanjutkan aktivitas. Namun bagi yang hasilnya reaktif, mereka dibawa ke salah satu hotel oleh Pemkot Surabaya untuk isolasi dan dilakukan test swab.

Risma menilai pasar merupakan salah satu tempat pertemuan orang dengan jumlah besar. Seperti di Pasar Keputran yang menjadi induk pertemuan pedagang antar daerah.

“Karena itu, disiplin menerapkan protokol kesehatan di pasar sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Pangkogabwilhan II, Marsdya TNI Imran Baidirus menyampaikan, sebenarnya cara untuk mengendalikan kasus Covid-19 sederhana. Yakni, dengan disiplin menggunakan masker, jaga jarak, dan rajin cuci tangan.

Ia juga menilai pasar pasar merupakan tempat kebutuhan pokok masyarakat yang terjadi kerumunan massa. Agar tidak terjadi kasus covid-19 di pasar, perlu ada pengendalian.

“Di Pasar Keputran kan kita tahu sendiri kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat. Sehingga ini (pasar) pasti ada kerumunan orang di sini. Nah, ini yang kita antisipasi mereka jangan sampai lengah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir berkomitmen untuk terus mendukung Pemkot Surabaya bersama TNI mempercepat proses pengendalian kasus Covid-19. Salah satunya pengendalian di titik-titik keramaian seperti pasar.

“Apalagi dari preferensi (kecenderungan) sebelumnya, pernah dilakukan rapid di sini dan ada yang kemudian positif,” kata Kombes Pol Isir.

Hal senada disampaikan Danrem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Herman Hidayat Eko Atmojo. Dikatakan, pihaknya siap membantu dan mendukung Pemkot Surabaya dalam penanganan Covid-19.

“Kita tahu sampai sekarang belum ada obatnya (vaksin). Nah, obatnya ya kita sendiri. Obatnya hanya disiplin pakai masker, rajin cuci tangan, disiplin jaga jarak,” terangnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here