Pemkot Surabaya Targetkan 28 Juta Wisatawan di Tahun 2019

0
579
Kawasan Kota Tua Surabaya Utara

Surabaya – Wisatawan yang datang ke Kota Surabaya terus merangkak naik setiap tahunnya. Bahkan, tahun 2019 ini, Pemerintah Kota Surabaya menargetkan 28 juta wisatawan berkunjung ke Kota Pahlawan. Demi mencapai target itu, Pemkot Surabaya terus menggenjot event-event wisata yang besar dan meriah, sehingga target itu diyakini akan mudah terlampaui.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan jumlah wisatawan pada tahun 2017 mencapai 24 juta, lalu meningkat jadi 25 juta pada tahun 2018. Sedangkan tahun 2019 ini, Disbudpar menargetkan jumlah wisatawan tembus di angka 28 juta orang.

Oleh karena itu, berbagai event nasional hingga internasional siap digelar tahun 2019 ini. Apalagi, Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) yang seyogyanya dihelat mulai Mei, kini akan digelar lebih awal, yaitu Bulan Maret. Sebab, pada Mei itu sudah memasuki Bulan Suci Ramadhan dan April sudah memasuki masa tenang pilpres, sehingga tidak boleh ada event yang melibatkan banyak massa. “Makanya, jadwal HJKS ini kami majukan mulai pertengahan bulan depan,” kata Antiek ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/2/2019).

Serangkaian HJKS itu akan dimulai dengan acara Festival Rujak Uleg pada 17 Maret 2019. Bahkan, festival yang unik ini akan memecahkan dua Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri) sekaligus, yaitu kategori peserta rujak uleg terbanyak dengan 1.600 orang yang berasal dari 268 grup. Tentu saja, para pesertanya memakai kostum unik yang akan menambah kemeriahan festival tersebut. Rekor Muri kedua yang bakal dipecahkan adalah cobek terbesar yang berdiameter 2,5 meter.

Acara yang akan dipusatkan di sepanjang Kembang Jepun ini akan melibatkan para peserta dari dalam dan luar Kota Surabaya. Termasuk pula para mahasiswa dari universitas di seluruh Kota Surabaya. “Perbedaannya nanti panggungnya akan dibangun tepat di tengah jalan dengan pintu masuk empat ruas jalan. Kalau tahun lalu cuma dua, sekarang dipermudah aksesnya dengan membuka jalur lebih banyak,” ungkapnya.

Agenda andalan selanjutnya adalah Surabaya Vaganza yakni sebuah atraksi budaya dan parade bunga dari Tugu Pahlawan menuju balai kota. Sampai saat ini, telah masuk 40 mobil hias yang sudah resmi bakal mengisi acara itu. Ada juga 11 kabupaten/kota lain yang akan turut memeriahkan acara itu lewat performance budaya atau mobil parade bunganya.

Konsep berbeda juga ditawarkan Disbudpar pada perayaan hari pahlawan nanti. Sebanyak 10 negara bakal diundang dalam acara ini, di antaranya Rusia dan Polandia yang sering mengikuti berbagai acara di Surabaya. Event Surabaya Cross Culture International masih menjadi primadona yang tidak boleh dilewatkan oleh para wisatawan. Tahun ini pesertanya meningkat menjadi 15 negara. Konsepnya, tentu saja bakal berbeda dan dipastikan akan semakin meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu, Pemkot Surabaya terus mengembangkan event-event baru untuk mendongkrak wisatawan. Tahun ini, ada beberapa event baru yang akan dihelat oleh pemerintah kota. Di antaranya Surabaya Corner, yakni, pameran produk-produk khas Surabaya yang akan dipajang sebulan penuh di House of Sampoerna.

Bahkan, ada pula Festival Perahu Layar yang tahun lalu batal digelar. Tahun ini, festival yang memanjakan para nelayan itu akan berlangsung pada Bulan Agustus di kawasan Kenjeran. Beberapa event baru pun terus dikembangkan untuk menarik wisatawan berkunjung ke Kota Pahlawan. “Surabaya ini punya banyak potensi, baik dalam hal budaya, alam, atau industri. Nah, kami memanfaatkannya secara maksimal,” ungkap Antiek.

Event baru lainnya yang bakal digelar adalah Festival Kayoon. Dalam sejarahnya, para wisatawan di Surabaya senang mengitari Jalan Kayoon sembari menunggu keberangkatan kereta. Nantinya, dalam festival itu akan disediakan delman untuk transportasinya. Supaya lebih meriah dan menjadi pemandangan yang indah, festival ini akan digelar bersamaan dengan mekarnya Bunga Tabebuya yang pada tahun lalu menjadi perhatian semua lapisan masyarakat.

“Kami juga sudah berbicara dengan sektor pariwisata di kawasan itu untuk menanam lebih banyak lagi pohon tabebuya, khususnya di sepanjang Jalan Kayoon, sehingga jalan itu bisa menjadi lebih indah dengan mekarnya Bunga Tabebuya,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here